Showing posts with label birahi tinggi. Show all posts
Showing posts with label birahi tinggi. Show all posts

Birahiku Terhadap Kak Ipar


Untuk yang tak sedikitpun terbersik menyakiti Kak Dian (Samara) kandungku kakak sendiri. Hanya Aku tak kuasa melawan godaan seks Darin Mas Ferry (Samara), suaminya, sehingga hubungan kami terlibat seksual Yang begitu jauh. Kakak Ipar ku telah ITU merenggut kegadisanku. Dan Aku dan menjadi terbuai tergoda from Ipar ku yang Perkasa ITU.

Cerita seks ku ketika ini aku tinggal di Rumah kak Dian dimulai pembantunya memutuskan setelah bekerja di Rumah untuk berhenti ITU. Sejak saat ITU, kak Dian kelihatan kewalahan mengurusi rumahnya, manalagi mengurusi Suami Dan harus orang yang Masih Kecil Kedu anaknya. ITU menawarkan Karena untuk aku tinggal bersamanya Diri. Hitung - hitung meringankan bebannya Aku Bisa. Disambut Tawaranku Sangat Baik kak aku tinggal di Dian bersamanya Mau bersyukur Malah, mengurus Anak anak, membereskan Rumah dan.

Aku sendiri sudah lebih menganggur setahun. Setelah Lulus 2003 series Tahu Yang Lalu, Aku Hanya menghabiskan waktuku of Rumah. Aku memang tidak pernah berusaha mencari kerja, Karena Aku Anak perempuan dan akhirnya akan aku pikir mengurusi Rumah tangga dan Suam kelak. Dual Rumah Dian menghibur Diri Bisa Juga aku. Semua fasilitas lengkap. Fish double suaminya berangkat Dian dan Aku pun kerja semua ada yang Bisa memanfaatkan of Rumah. Mula Dari makanan yang tersedia Serbian playstation main sampai nonton film.

Hanya Aku Anak Dua mengurus pun kak Dian tidak perlu terlalu repot ITU, Merek Karena sudah cukup untuk diperingatkan Besar. Prakt pekerjaan yang Berat, minium Hanya untuk Makan Dan menyiapkan suaminya kak Dian. Setelah aku bisa ITU Kembali Bebas. Betah itu aku tinggal di Rumah sebabnya.

Setiap Habis gajian, Suami kak Dian Ferry jajan UANG yang selalu memberiku lumayan untuk membeli Dan Banyak Cosmetics pakaian. Malah, Merek ingin tinggal di Rumah Agar selamanya Saja ITU. Nanti aku sudah Meskipun Katanya menikah, Aku Masih bisa tetap tinggal di Rumah ITU. Rumah kak Dian memang cukup untuk Luas menampung Keluarga Dua. Jumlah Kamar Saja ADA biuah Lima, Dan ditambah Ruang Ruang Keluarga yang TAMU lapang Sangatte.

Bula ketujuh Aku tinggal of Rumah Dian ITU Suam double bags. patah Ia mengalami tulang setelah mengalami kecelakaan perbatasan Kota. Ferry stay istirahat Selam Dua Bula. Dian double Karena Aku sibuk kerja yang stay menggantikannya mengurusi mas Ferry. Mula Dari kebutuhan Makan Dan minium sampai semua ini Aku ITU lakukan. temples sibuk Maklumlah double Dian KARIERA wanita yang. Ia Baru Bisa pulang Pada Malam Hari.

sinilah bencana berawal Dari. Diam-Diam, but Ferry memperhatikanku Sering. ITU Sangat Aku Sadar, tapi untuk aku berusaha menyembunyikannya. Dalai - Lama tambah Beran Ferry IA More Moulay memegangi mencoba untuk berhubungan seks tanganku Dan Dan merayuku diameter Hanya dari aku berusaha menghindar rayunya bujuk, Sebat ITU kuanggap gurau Hanya Karena Belak. Ketika aku tidur Suatu laelapid Siang di Dalam Kamar, Tiba Tiba ADA-Beban yang Berat menindih tubuhku. Dan Aku berusaha Sempati terperanjat berontak Piaget, ITU dahsyat kekuatan namun menindihku Kian. Kuas melawan Tak semuanya aku, Dan akhirnya, but Ferry ....

petualangan itulah Sejak six bermula kisah kami. Thank you Ada Lagi Dalam rasa rasa diriku berontak Malah, Aku Jadi Kalau lupa iparku Ferry Kakak Adalah. Kami melakoni petualangan porn ITU tanpa Bata. Aku Dan Ferry Betul - Betul sex kenikmatan merengkuh, tanpa pernah tercium Oleh kak Dian. Ini kami pun sampai detik menjalaninya Masih. mengakhirinya Kapan, Thank Aku Tahu juga.

Birahi gadis ngentot


birahi tagged birahi on Diigo ngentot memek gadis vibrator foto mesum
lesbian bugil bokep gairah ses pelajar gairah birahi gadis spg
Ngentot memek montok telp

Gambar Memek Ngentot Images Bugil Memek
Gambar Memek Ngentot Images. Includes Bugil, Indonesia, Foto Toket,
Artis, Telanjang Ngentot, Gadis, Seksi Cewek, Uploadhouse, Model and
Cewek information plus more

Birahi Memek Gadis The Movies Database Open Results in New Window
Birahi Gadis Cantik Berjilbab - sebuah cerita erotik dari … Gadis
ABG Ngentot · memek mulan jameela · ngentot memek istri
teman · birahi janda muda

Search Terms Search Terms Memek, Bugil, Nur Kasih .
Includes Gambar, Ngentot, Telanjang, Gossip Artis Malaysia, Memek
Gadis, Artis, Gadis Bandung, Jawatan Kosong, bugil foto birahi
wanita" "nur kasih

Ngentot Memek Gadis Images Gadis Perawan, Cewek
Memek, Ngentot Memek Gadis Bispak, Pembantu Gadis, Memek Pembantu,
birahi cewek bugil pengen ngentot gambar memek.
Ngentot Anak Images (Bugil, Portable Software, Jadi ..
Ngentot Anak Images. Includes Anak Sma, Asyiknya Ngentot Anak Sma
17tahun, Foto, Memek, Gadis, Yang, Asyiknya Ngentot Anak, Cewek,
Telanjang Bugil and Telanjang

Girang Bugil Blogs Tante, Yang, Foto Tante, Gila
Gadis Ngentot Toket Bugil: Images. Memek Anak Sma. Girang Bugil:
Blogs. Search Terms "tante birahi tante girang" "jandabugil" "foto
birahi tante girang"

Perawan Ngentot Blogs Memek Indonesia, Yang
Perawan Ngentot Blogs. Includes Blogspot, Masih, Gadis Bugil, Kali,
Pertama, Di Hotel, Memek Cewek, Cewek Bugil, Iklan and Spoiler
information plus more related gambar wanita bugil foto birahi wanita.

Gambar Gadis, Ngentot, Indonesia Telanjang, Bugil, Foto Telanjang,
cinta bokep wanita abg ngentot berjilbab buah dada cerita memek cewe.
bugil gambar gadis-gadis nafsu birahi gadis Open Results in New Window
Nafsu Birahi - Gadis Seksi Cewek Telanjang Bugil. Gadis Telanjang
Ngentot Bugil. koranbugil.com Cerita Nafsu Birahi ngentot Jilat Film
Boke.

nafsu birahi tinggi nikmatnya tubuh wanita

Tante Girang nge-sex dengan pemuda, dan kepergok suaminya! nafsu
birahi tinggi nikmatnya tubuh wanita, cewe, abg, sexy, muda,
desahan, maniak sex di http://gadis-birahi.blogspot.com/2009/11/nafsu-birahi-tinggi-nikmatnya-tubuh.html

Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan
membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : Hadits
tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita

Praktis kami berdua sudah tidak berbicara lagi, semuanya sudah mutlak
terbius nafsu birahi yang buta. Pak Freddy berhenti merangsangku dan
mengambil majalah porno yang masih


Cara cerdas untuk menyalurkan nafsu birahi para pengakses internet
Ponari dan Birahi Jaipong — 4 comments Antara Sex, Birahi Dan
Cinta

Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan
membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : Hadits
tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita

Birahi Ngentot Tante
Nafsu Birahi Perawan. Diewek. Show More Bila birahi telah saling
berpaut, tak ada aral yang Soal " ngentot, senggama, ama, bispak,
birahi, tante


PEMUDA BEJAT MEMPERKOSA ANAK UMUR 7 TAHUN «
Namun melihat beberapa anak kecil sedang mandi, tiba-tiba nafsu
birahi pelaku naik. Beberapa saat kemudian, pelaku mendekati SM. Dia
berjanji akan memberikan uang Rp 5 ribu jika

sarah rachma ayu azhari cewe abg bugil bogel telanjang sex sexy tetek
susu payudara smu smp sma artis sinetron penyanyi nafsu birahi
perawan perkosa cewe.


GADIS BIRAHI NONTON SENGGAMA

Maidin dan ibuku
Aku sedang menunggu keputusan peperiksaan PMR. Oleh kerana keputusannya lambat lagi akan keluar aku meminta izin ibuku untuk ke rumah kawanku di ibu kota. Aku bercadang untuk tinggal seminggu di sana. Tetapi setelah tiga hari di rumah kawanku aku teringat keluargaku. Aku mengambil keputusan untuk pulang ke rumah. Aku mengambil bas ekspres dari Pudu Raya terus ke pekan kecil tempat tinggalku.

Sesampai di rumah kulihat pintu depan terkunci. Mungkin saja ibu ke kedai atau ke rumah jirannya fikirku. Aku berjalan ke pintu belakang dan didapati tidak berkunci. Aku masuk ke dalam menuju ke bilikku. Semasa aku melintas bilik ibuku aku terdengar suara orang bercakap. Aku mendekati pintu bilik ibuku sambil mengintip melalui lubang kunci. Aku amat terkejut kerana di dalam bilik ibu sedang bercakap-cakap dengan seorang lelaki. Lelaki itu aku kenal betul kerana dia adalah pemilik satu-satunya kedai runcit di kawasan tempat tinggalku. Semua orang memanggilnya Maidin.

Maidin tinggal seorang diri di kedainya. Waktu siang Maidin dibantu oleh Budin jiran kami. Isteri Maidin tinggal di India. Setahun sekali Maidin akan pu-lang ke India menemui anak isterinya. Dari cakap-cakap yang aku dengar, Maidin ada dua isteri di India dan mempunyai sembilan orang anak. Maidin aku kira berusia dalam lingkungan 50-an. Orangnya gempal dan agak boroi. Bila di kedai Maidin hanya memakai kain sarung putih dengan baju t-shirt putih leher bulat saja. Kain sarungnya ditarik ke atas paras lutut. Setakat itu sahaja yang aku tahu tentang Maidin.

Di dalam bilik ibuku Maidin yang bersarung putih duduk berhampiran ibuku di atas katil. Bahu ibuku dipicit-picit sementara ibuku menyandar ke dada Maidin. Sambil meramas-ramas bahu ibuku Maidin mencium rambut ibu yang hi-tam berkilat.

“Bila Zah akan bayar hutang kedai,” aku dengar suara Maidin masih pelat india.

“Sekarang Zah tak ada duit. Abang Maidin boleh pakai Zah dan kira bayar hutanglah,” ku dengar suara ibu perlahan.

“Boleh. Sekalai pakai kira potong RM50 kalau Zah setuju,” Maidin cuba membuat tawaran.

“Mana boleh. Zah masih muda. Layanan Zah istimewa bukan macam makcik-makcik lain yang Maidin dah pakai,” ibuku membuat tawaran balas.

“Baiklah kalau gitu. Kalau kira potong seratus ringgit Zah setuju,” Maidin menaikkan tawarannya.

“Kira OKlah. Nampaknya Zah kena layan Maidin lima kali,” jelas aku den-gar kata-kata ibuku.

Aku mencongak dalam fikiranku. Sekali layan RM100. Ibu kena layan lima kali, ini bermakna ibuku berhutang dengan Maidin sebanyak RM500. Aku agak ibuku kesempitan wang jadi terpaksa berhutang dengan Maidin. Ayahku yang lebih kerap bersama isteri mudanya tidak memberi wang belanja kepada ibuku. Aku geram juga kepada ayahku.

Aku terus memerhati lakonan dalam bilik ibuku. Dua insan berlainan jenis di dalam bilik tertutup. Makhluk ketiga tentunya iblis. Tapi aku fikir tanpa iblispun boleh berlaku macam-macam bila lelaki perempuan berada dalam bilik. Seorang lelaki separuh baya berkulit hitam legam dan seorang perempuan 35 tahun yang masih solid putih bersih dan cantik. Aku rasa tak padan ibuku yang cantik dan putih gebu melayan lelaki india hitam legam dan sama sekali tidak kacak.

Maidin masih memicit bahu ibuku. Leher ibu dicium kiri kanan. Telinga ibu kemudiannya menjadi habuan hidung Maidin. Ibu hanya mengeliat saja bila diperlakukan begitu. Tangan Maidin yang berbulu itu menjalar masuk ke dalam baju ibu. Buah dada ibu diramas-ramas. Mungkin tidak selesa maka Maidin melucutkan butang kebaya ibu. Terdedah dada ibu yang masih dibaluti coli coklat muda. Secepat kilat Maidin melepaskan pengait coli dan terdedahlah tetek ibu. Aku kagum melihat tetek ibu masih kekar dan padat, tidak menggelandur seperti rakan sebayanya.

Maidin meramas-ramas perlahan tetek ibu yang terdedah. Mungkin kerana tak tahan melihat tetek ibu yang pejal Maidin merebahkan ibu di tilam. Puting tetek ibu kemudiannya menjadi sasaran bibir tebal hitam Maidin. Puting ibu dinyonyot lama sekali. Ibu mula merasai nikmat. Bibir hitam Maidin kontras sekali dengan kulit tetek ibu yang putih gebu. Agaknya Maidin geram dengan tetek ibu hingga dia menggigit agak keras hingga ibu menjerit kecil. Ibu cuba menolak kepala Maidin tetapi dipeluk erat badan ibu. Mulutnya masih berlabuh dan ber-main-main di bukit kembar ibuku. Aku rasa sudah lama Maidin tidak bersama perempuan. Isterinya ditinggal di India dan dia hanya pulang setahun sekali.

Tetek ibu yang dulunya aku hisap sekarang menjadi santapan lelaki tua. Aku rasa seperti cipapku mengemut bila melihat lakonan ibu dan Maidin. Aku mula meraba cipapku yang masih dibaluti pakaianku. Kali pertama dalam hidupku aku melihat dua makhluk berlaian jantina bermesra. Aku hanya mendengar cerita kawan-kawan tentang hubungan badan dua jantina. Kawanku Lisa biasanya selalu bercerita. Katanya dia selalu melihat kakak dan abang iparnya berhubungan kelamin hingga kedengaran erangan kakaknya cukup kuat. Menurut Lisa dia terkejut juga melihat konek abangnya yang besar dan panjang menikam cipap kakaknya. Dia mengira tentu kakaknya akan menjerit kesakitan tetapi erangan keenakan malah yang keluar dari mulut kakaknya. Sejak itu Lisa mula tahu bahawa hubungan lelaki perempuan itu sedap.

Peristiwa yang dulu diceritakan Lisa sekarang ini berlaku di depan mataku. Wataknya adalah ibu dan Maidin lelaki india yang lama berpisah dengan ister-inya. Melihat ibu mula mengerang dengan mata tertutup rapat tahulah aku ba-hawa ibu sedang menikmati kesedapan seperti diceritakan Lisa.

Satu perasaan aneh berlaku padaku. Cipapku mula mengemut. Cairan panas kurasa mula mengalir dari dalam cipapku. Nafsuku bangkit melihat ibu ter-lentang kaku sambil Maidin ganas menghisap puting susu ibu berganti-ganti kiri kanan. Puting yang dulunya aku hisap kini dikuasi oleh Maidin. Mulut Maidin mula beralih ke ketiak ibu. Ketiak ibu yang ditumbuhi bulu-bulu halus warna hitam dicium dan dijilat Maidin. Mungkin kesan deodorant yang dipakai ibu mem-buat Maidin rakus menggeselkan batang hidungnya di ketiak ibu kiri kanan bergilir-gilir. Ibu terasa amat geli diperlakukan begitu. Puas dengan batang hidung kini giliran lidahnya pula bermain di ketiak ibu. Dijilatnya ketiak ibu dengan lidahnya yang lembab dan kasar. Ibu menggelupur kegelian. Aku yang melihatnya terasa geli seperti ketiakku yang dijilat. Cairan hangat makin banyak keluar dari rongga cipapku.

Mungkin birahi Maidin sudah menggelegak maka tangannya pantas menarik kain yang dipakai ibu. Ibu membantu mengangkat punggungnya bagi memudahkan Maidin melondehkan kain dan sekaligus melorotkan celana dalam yang dipakai ibu. Terlihatlah tundun dan kemaluan ibu. Muka Maidin mengarah ke paha ibu. Hidung Maidin mula berlegar di tundun ibu yang berbulu halus. Bulu-bulu ibu dicium dan dihidu. Ibu merenggangkan sedikit kakinya bagi me-mudahkan aktiviti ciuman Maidin. Lidah Maidin mula bersarang di lurah cipap ibu. Bibir merah cipap ibu dinyonyotnya. Ibu bertambah geli dan lazat. Pung-gungnya terangkat-angkat. Rambut Maidin ditarik-tarik. Rambut keriting hitam campur putih itu diramas-ramas ibu. Ibu mula mengerang kesedapan. Erangan makin kuat bila lidah Maidin bermain-main di kelentit ibu. Maidin rakus sekali menjilat kelentit ibu yang berada di sudut atas belahan cipap ibu.

“Harum burit kamu Zah. Rasa macam mau makan saja burit kamu yang lembut dan kenyal ni,” celoteh Maidin penuh nafsu.

“Jangan gigit kuat bang, sakit,” balas ibu antara dengar dan tidak.

“Geram Zah, tak tahan rasanya,” ujar Maidin.

“Dah lama ke abang tak tidur dengan perempuan.”

“Dah dekat setahun. Akhir sekali waktu abang balik India dulu.”

“Kalau abang teringan, apa abang buat.”

“Main dengan tangan sajalah sambil bayangkan wajah Zah.”

“Yang betul bang, kan ada perempuan lain lebih cantik,” kedengaran suara ibuku sambil ketawa mengekek. Mungkin ibuku seronok bila dipuji begitu.

“Hanya Zah saja yang abang ingat.” Biasalah lelaki tengah bernafsu tentu saja perempuan di depannya akan dipuji setinggi langit.

Kulihat Maidin mula membuka baju yang dipakainya sekaligus kain sarung warna putih yang tidak lagi putih. Terpacak konek Maidin yang besar panjang dan hitam legam di bawah perutnya yang boroi. Rupanya Maidin tidak memakai seluar dalam. Badan Maidin yang besar hitam berbulu lebat kulihat seperti see-kor beruang. Berbeza sekali dengan ibuku yang kecil molek.

Perasaan aneh menyelinap ke serata badanku. Aku seperti menggigil tapi nikmat melihat batang konek Maidin yang besar panjang. Inilah kali pertama aku melihat lelaki dewasa telanjang menampakkan batang balak yang besar. Selama ini aku hanya melihat konek adikku yang berumur 7 tahun bila dia telanjang ke-luar dari bilik mandi. Konek adikku kecil saja lebih kurang sebesar ibu jariku. Tetapi kepunyaan Maidin di hadapanku ini sungguh besar. Aku agak lebih kurang tujuh atau lapan inci panjangnya. Besarnya hampir menyamai lenganku. Batangnya berurat-urat dengan kepala lonjong sungguh besar. Mungkin sebesar telur ayam.

Sekarang baru aku faham kenapa ada sejenis buah diberi nama buah kote mamak di kampungku. Buah yang bentuknya bulat panjang berukuran kira-kira satu hingga satu setengah kaki warnanya hitam bila masak. Buah ini biasanya masak waktu musim kemarau dan bergantungan di dahan. Bentuknya persis seperti konek Maidin.

Maidin yang sudah bertelanjang bulat menarik badan ibuku yang sedang telentang rapat kepadanya. Sekarang ibuku tidur mengiring menghadap ke Maidin. Disuakannya balak hitam ke muka ibuku. Ibuku membuka mulut mungil-nya dan mula mengucup kepala konek Maidin yang berkilat. Aku yang melihat merasa geli tetapi ibuku seperti suka saja menjilat kepala konek Maidin. Balak Maidin yang panjang berurat-urat dan berbulu lebat di pangkalnya itu dicium dan digigit-gigit manja oleh ibuku. Aku tak pasti bagaimana bau dan rasa konek Maidin tetapi ibuku sungguh berselera membelai balak besar lagi hitam itu. Ci-papku terasa gatal-gatal melihat perlakuan ibuku. Celana dalamku mula basah. Secara spontan tanganku mula menggosok-gosok cipapku yang gatal. Enak terasa bila tanganku berlabuh dan menggaru-garu cipapku.

Mata Maidin terpejam-pejam dan mulutnya meringis menahan kesedapan bila ibuku mengulum batangnya. Separuh balak Maidin sudah berada dalam mulut ibu. Ibu mengemut mulutnya sambil melurut-lurut batang Maidin dengan bibirnya yang merah. Terlihat seperti ibuku sedang meghisap curut besar. Aku biasa melihat datukku menghisap curut tetapi ukurannya kecil sahaja. Curut yang ibuku hisap sungguh besar hingga hampir memenuhi ruang mulutnya. Maidin mengerang kesedapan bila curut besarnya keluar masuk di dalam mulut ibu.

Lama juga ibu mengulum dan menghisap konek Maidin. Bila Maidin menarik koneknya keluar aku melihat semacam benang berlendir memanjang di antara lidah ibuku hingga ke hujung kepala konek. Benang berlendir itu dijilat-jilat oleh ibuku. Lendir yang berada di hujung kepala konek Maidin juga dijilat ibu hingga kering. Apakah rasanya aku tak tahu tetapi aku kira mungkin sedap kerana ibuku menelan bersama liurnya.

Batang hitam yang masih keras terpacak di bawah perut yang boroi itu sekarang mula menghala ke paha ibuku. Maidin menolak badan ibuku hingga terlentang. Sekarang ibu tidur terlentang dengan paha terkangkang. Aku dapat melihat dengan jelas rekahan warna merah basah di celah paha ibuku yang putih bersih. Maidin merangkak ke celah paha ibuku. Kepala koneknya dihalakan ke celah rekahan ibu. Kepala torpedo warna hitam mencecah lurah ibuku dan mula terbenam ke dalamnya. Ternampak seperti kepala ular tedung memasuki lubang di perdu rumpun buluh. Kedengaran ibu mula merintih menahan nikmat.

Maidin mula menggerakkan punggungnya yang hitam itu naik turun. Koneknya keluar masuk cipap ibu. Badan ibu yang kecil itu hanya separuh badan Maidin dan terperosok di bawahnya. Batang konek Maidin yang besar itu aku rasa seperti merobek-robek cipap ibu, tentu sakit dibuatnya. Tetapi lain pula yang aku dengar. Ibu merengek-rengek dan mengerang-ngerang kesedapan. Kaki ibu seperti menendang-nendang udara dan kadangkala kaki ibu merangkul badan Maidin. Bila dirangkul ibu, aku lihat perut Maidin yang boroi merapat ke perut ibu yang kempes. Bulu-bulu lebat Maidin melekat ke bulu ibu yang nipis. Telur Maidin yang bergantungan menepuk-nepuk bahagian dubur ibu.

Aku lihat Maidin makin laju menggerakkan badannya. Batang balak Maidin yang hitam besar itu juga makin cepat keluar masuk cipap ibu. Makin kuat eran-gan dan keluhan dari mulut ibu. Ibu memeluk kemas badan Maidin yang besar itu. Dada Maidin yang berbulu rapat ke dada ibu yang licin mulus. Bulu-bulu kasar Maidin menggesel-gesel tetek ibu yang halus. Ibu mengerang makin kuat. Cairan berbuih putih makin banyak keluar dari mulut cipap ibu. Cairan berlendir itu mengalir membasahi cadar di bawah punggung ibu.

“Aahh.. aahh.. laju lagi bang, laju lagi. Aahh..aahh... sedap bang.”

“Sabar Zah, lubang Zah sungguh sempit. Zah kemut sungguh sedap. Kemut lagi Zah.”

“Batang Abang Maidin sungguh besar, sungguh nikmat bang.”

“Batang suami Zah tak besarkah?”

“Kecik saja bang, tak sedap.”

Suara-suara nikmat dari Maidin dan ibu jelas kedengaran. Suara-suara tersebut bercampur aduk dengan erangan nikmat. Gerakan maju mundur masih berterusan. Aku rasa pertarungan antara dua insan ini lebih dua puluh minit.

“Bang, Zah dah tak tahan, dah nak keluar” kedengaran rintihan ibuku. Aku lihat ibu seperti menggeletar di bawah badan Maidin. Kaki ibu seperti menen-dang-nendang angin. Tangan ibu makin erat memeluk badan Maidin. Mulut ibu menggigit-gigit bahu Maidin.

“Aaaahhhhh.........,”

Terdengar keluhan panjang. Kuat kedengaran suara ibuku. Beberapa ketika kemudian kelihatan ibuku lemah longlai dalam pelukan Maidin. Perjuangan ibu mengendur. Gerakan ibu melemah dan tidak seganas tadi. Mata ibu terpejam dan kepala ibu terkulai di atas bantal.

Sekarang hanya Maidin yang masih meneruskan perjuangannya. Aku lihat gerakan Maidin makin laju mengepam ibuku. Gerakannya tidak teratur lagi. Kedengaran nafas Maidin makin laju. Peluh membasahi seluruh badannya. Malah ada yang menitik ke badan ibu. Badan ibu juga basah oleh keringat. Bau keras keringat Maidin menerpa ke hidungku. Bau keringat Maidin ini menyebabkan ci-papku makin mengemut. Seluar dalamku telah basah lencun.

“Ooohhhh.... aaahhhh......”

Terkejut aku mendengar suara kuat dari mulut Maidin. Aku lihat badan Maidin rapat ke tubuh ibu. Badannya kelihatan melentik, punggungnya menyatu dengan belahan kangkang ibuku. Balak Maidin terbenam merapat dan tidak bergerak ke cipap ibu. Bulu-bulu Madin bersatu dengan bulu ibuku. Mata ibu kelihatan terbeliak kaku. Tembakan kuat mengejutkan ibu. Agaknya cairan kental yang disimpan berbulan diperah habis ke dalam rahim ibuku. Hidung Maidin rapat ke leher ibu. Nafas-nafas Maidin dan ibu bercampur aduk seperti ahli sukan yang baru menamatkan larian di padang. Aku hanya mampu melihat sambil meraba cipapku yang telah basah.

Beberapa minit kemudian aku lihat Maidin jatuh terlentang di sisi ibu. Maidin seperti terlena di tepi ibu. Begitu juga ibu kaku tak bergerak seperti sedang tidur. Dua makhluk lelaki perempuan tidur terlentang bertelanjang bulat. Yang perempuan kecil molek putih gebu dengan cipap basah berlendir. Seba-hagian lendir putih mengalir keluar dari rekahan cipap ibu. Yang lelaki besar hi-tam legam berbulu lebat degan batang balak hitam tekulai lesu di celah paha. Batang balak yang tadinya gagah terpacak keras telah mengecil dan terlentok lemah berlumuran lendir yang berbuih.

Aku terpesona melihat peristiwa itu. Sepanjang usiaku yang 15 tahun ini baru kali inilah aku melihat orang dewasa bersanggama. Kalau kambing atau ayam biasa aku lihat. Bapa kambing atau bapa ayam biasaya memanjat belakang betinanya tetapi manusia agak lain. Yang perempuan terlentang mengangkang sementara yang lelaki meniarap rapat ke paha perempuan. Tentu saja matlamatnya sama iaitu memasukkan konek lelaki ke dalam lubang cipap yang perempuan. Apa yang ingin dimasukkan ke dalam cipap aku tak tahu. Kalau aku mengepam basikal aku tahu angin yang akan dimasukkan ke tayar, tetapi bila lelaki mengepam perempuan mungkin juga angin yang dimasukkan kerana perut perempuan akan mengembung seperti belon bila mereka kahwin. Itu fikiranku waktu itu, semasa umurku 15 tahun dan tak tahu apa-apa tentang hubungan lelaki perempuan.